Lahan yang diperlukan untuk budidaya cabe merah adalah tanah yang
gembur dan memiliki porosotas yang baik. Sebelum cabe merah ditanam
cangkul atau bajak lahan sedalam 20-40 cm. Bersihkan dari batu atau
kerikil dan sisa-sisa akar tanaman. Apabila terlalu banyak gulma dan
khawatir menganggu bisa gunakan herbisida.
Buat bedengan dengan lebar satu meter tinggi 30-40 cm dan jarak antar
bedengan 60 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan,
untuk memudahkan pemeliharaan panjang bedengan maksimal 15 meter. Buat
saluran drainase yang baik karena tanaman cabe merah tidak tahan
terhadap genangan air.
Budidaya cabe merah menghendaki tanah yang memiliki tingkat keasaman
tanah pH 6-7. Apabila nilainya terlalu rendah (asam), daun tanaman cabe
merah akan terlihat pucat dan mudah terserang virus. Tanah yang asam
biasanya mudah ditumbuhi ilalang. Untuk menetralisirnya bisa gunakan
kapur pertanian atau dolomit sebanyak 2-4 ton/ha. Pemberian kapur atau
dolomit dilakukan pada saat pembajakan dan pembuatan bedengan.
Campurkan pupuk organik, bisa berupa kompos atau pupuk kandang
pada setiap bedengan secara merata. Kebutuhan pupuk organik untuk
budidaya cabe merah adalah 20 ton per hektar. Selain pupuk organik
tambahkan juga urea 350 kg/ha dan KCl 200kg/ha.
Untuk budidaya cabe intensif sebaiknya, bedengan ditutup dengan mulsa
plastik perak hitam. Penggunaan mulsa plastik mempunyai konsekuensi
biaya namun mendatangkan sejumlah manfaat. Mulsa bermanfaat untuk
mempertahankan kelembaban, menekan erosi, mengendalikan gulma dan
menjaga kebersihan kebun.
Buat lubang tanam sebanyak dua baris dalam setiap bedengan dengan
jarak 60-70 cm. Sebaiknya lubang tanam dibuat zig zag, tidak sejajar.
Hal ini berguna untuk mengatur sirkulasi angin dan penetrasi sinar
matahari. Diameter dan kedalaman lubang tanam kurang lebih 10 cm, atau
disesuaikan dengan ukuran polybag semai.